Tradisi Sabung Ayam Dan Ritual Ayam Tajen Di Bali

img
Jun
16

Tradisi Sabung Ayam Dan Ritual Ayam Tajen Di Bali Sabung Ayam CC akan membahas sedikit tentang tradisi sabung ayam dan ritual ayam tajen di Bali, Sabung Ayam adalah permainan yang sangat dihormati masyarakat Bali dan sudah menjadi adat dan ciri khas di Bali.

Bali memang terkenal dengan tradisi Sabung Ayam. Yang akan menjadi topik sajian Sabungayam.cc kali ini adalah ritual massal sabung ayam di Bali. Ritual massal ini berlangsung 1 bulan lebih, tepatnya 42 hari. Arena pertandingannya berada di areal halaman Pura Hyang Api di Desa Pakraman Kelusa, Gianyar Bali.

Seperti yang berhasil di rangkum oleh Agen Sabung Ayam di arena pertandingan beberapa waktu yang lalu. Konon, warga setempat percaya melaksanakan tradisi rirual massal ini, terkait dengan berkah keselamatan untuk ternak-ternak lain yang dipelihara oleh warga. Karena ritual massal sabung ayam tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama yakni 42 hari. Maka warga setempat biasanya melakukan tradisi tersebut selama 7 hari berturut-turut dimulai dari Hari Suci Kuningan. Menurut salah seorang tokoh adat setempat Gusti Suryawan, lepas 7 hari, ritual (Tajen) massal tersebut akan dilaksanakan setiap pasaran Kliwon atau 5 hari sekali, hingga genap 42 hari.

” Meski begitu, setiap hari pun ada saja warga yang membawa Judi Ayam Online untuk di adu. Hanya saja, jumlahnya tidak seramai saat Kliwon yang bisa mencapai ribuan orang silih berganti,’ terang pak kadek.

Keramaian juga terlihat dari banyaknya warung-warung yang dibuka dadakan. Jadi situasinya hampir menyerupai pasar malam. Kembali pada tradisi massal Sabung Ayam, Pak Kadek menambahkan, harusnya tradisi itu dilaksanakan murni tanpa taruhan. Namun belakangan ini, tidak tertutup kemungkinan taruhan itu ada saja yang melakukannya.

Kembali Pak Kadek mejelaskan, mengenai pelaksanaan tajen itu sendiri dapat dibagi menjadi 3 kriteria :

1. Tajen sebagai tradisi Tabuh Rah, yang dalam pelaksanaannya diadakan setelah upacara ritual di Pura, tradisi ini dapat dilakukan dengan izin dari pihak kepolisian, namun jumlah ayam yang di adu dibatasi hanya 3 pasang.

2. Tajen yang mendapat izin dari pemerintah setempat dikenal dengan Tajen Terang. Pelaksanaanya dilakukan oleh Desa Adat yang bertujuan sebagai saran penggalian dana pembangunan.

3. Tajen tanpa izin kepolisian. Pelaksanaannya secara tersembunyi, dilakukan oleh para penggemar sabung ayam, dikenal dengan istilah Tajen Branangan. Tajen ini merupakan tajen judi dengan berbagai macam taruhan.

” Karena ini merupakan tradisi, jika pelaksanaannya sesuai dengan kesadaran warga justru akan berpengaruh positif, karena tajen dapat menyeimbangkan kepentingan duniawi dengan spiritual. Artinya, selain menjadi hiburan, tajen juga dapat menjadi sarana penggalangan dana,” terang Suryawan lagi.

Sebagai bentuk hiburan, terlihat sekali suasana semarak saat 2 atau 3 kalangan tanding sedang menjajal kehebatan ayam-ayam aduan mereka. Teriakan dan sorak sorai warga yang bersemangat, hingga salah satu ayam menggelepar tak berkutik. Bagi warga yang ayam aduannya kalah pun, tidak menunjukan ekspresi kecewa. terlihat sangat lumrah dan wajar saja. Jika ada yang bertaruh, biasanya bukan pemilik Sabung Ayam Online melainkan warga lain yang statusnya sebagai penonton dan berkelompok.

%d bloggers like this: